Selasa, 10 Februari 2009

Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan

Banyak kejadian dan pengalaman hidup yang telah kita alamin. Ada yang baik maupun buruk.Tak perlu kita menyesali atas apa yang telah terjadi. Yang lalu sudah tak akan bisa kita ubah lagi. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menata masa depan dan menentukan apa yang akan kita lakukan kemudian.
Menjadi tua itu adalah suatu kepastian dengan seiringnya bertambahnya waktu. Dari tahun ke tahun kita pasti akan bertambah Tua. Belum ada orang yang bisa menghentikan waktu atau punya mesin waktu seperti "Doraemon".
Sering kali orang hanya bisa berandai-andai: Dulu seandainya aku sekolah menjadi "dokter",dulu seandainya cewek itu menerima diriku, seandainya..... dan seandainya....
Waktu setahun berputar sebegitu cepatnya tanpa kita sadar, apakah kita telah berubah?lebih Tua PASTI, tapi dewasa dalam sikap? dalam pola pikir? dalam tindakan dan pengalaman? dalam pemilihan tutur kata?
Ya itu yang perlu kita pertimbangkan dari sekarang. Sering kali kita temui orang-orang di sekeliling kita masih seperti "anak kecil".
sebagai contoh :
Sewaktu kita masih kecil dulu, seringkali kita membandingkan apapun yang ada di sekeliling kita
Mainan siapa yang paling bagus, orang tua siapa yang paling hebat, rumah siapa yang paling mewah, sepeda siapa yang paling mahal, sepatu siapa yang paling keren. dan masih banyak hal yang lain.
Perbandingan-perbandingan tersebut tidak ada yang salah. Tapi bila kita mau merenungkannya sejenak, apa yang di bandingkan tersebut hanya apa yang tampak dari luar saja.
Mainan yang membeli adalah orang tuanya, Orang tua hebat juga hasil kerja keras orang tuanya,rumah juga bukan dia yang buat, dsb.
Nah saat kita tambah berumur, Perbandingan-perbandingan ini masih terbawa dan di " kondisikan" oleh lingkungan sekeliling kita.
Kapan kamu nikah, kan si Johan saja sekarang sudah punya anak 2??
Kapan kamu bisa ke Australia? si Ellen besok aja mau ke Australia?
Kapan aku bisa beli Blackberry canggih ya? Temenku ko yang baru masuk udah bisa beli membelinya?
Sekali lagi, semua itu tidak ada yang salah... Membandingkan itu baik bila proporsi dan pas pada tujuannya. Kita harus menjadi "Sadar" dulu, apakah yang kita bandingkan ini emang benar penting dan bermanfaat bagi kita. Apakah dengan perbandingan tersebut kita bisa semakin maju atau tidak? Pola PIKIR kita harus seimbang dulu. Kita sudah bisa menentukan bahwa SAAT INI SAYA SEDANG MEMBANDINGKAN suatu yang emang perlu saya bandingkan dan berguna untuk masa depan saya. Bila tidak, ya sudah lupakan saja.
Selalu tentukan KEMUNGKINAN lainnya dulu..,sadari aspek2 lain yang ada atas apa yang kita hadapin. Selalu ada Pilihan atas apa yang akan kita ingin lakukan. Bila sejenak kita mau berpikir, pasti ada pencerahan baru yang kita dapatkan.
Orang yang bisa di sebut DEWASA kalau dia sudah bisa BERPIKIR dengan akal sehatnya, menentukan mana yang baik dan buruk, Bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.
Ya ini renungan singkat yang bila kita mau kembangkan bisa menjadi Sebuah buku...
:-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar