Senin, 16 Februari 2009

give what do you although that is so simple but meaningful to others

Memberi tidaklah selalu identik dengan memberikan barang ataupun uang. Banyak orang yang di sekitar kita, terasa terhibur dan menyadari keberadaan kita saat kita memberi mereka Senyum, tepukan semangat,salam hangat, pujian, pelukan Motivasi pribadi. Ya segala sesuatu kadang lebih berarti daripada Uang dan barang-barang.Saya punya pengalaman yang menarik :saat saya senyum meskipun pada orang yang belum saya kenal, seketika juga orang itupun membalas senyum saya. Saya selalu teringat cerita anak anjing yang masuk ke rumah cermin.seekor anak anjing yang happy, saat memasuki rumah yang semua dindingnya berupa cermin akan melihat teman-teman di seklilingnya tersenyum dan tertawa terhadap dirinya. saat dia keluar dari rumah cermin tersebut, hatinya juga semakin happy dan bahagia.seekor anak anjing lain masuk ke rumah cermin, dia sudah banyak masalah. maka ia melihat pantulan wajahnya yang marah dan mengonggonglah ia. semakin ia mengonggong, smakin galak pulalah pantulan wajahnya di cermin. dia akan semakin marah dan tambah masalah saat keluar dari rumah cermin tersebut.ya... demikian pula yang saya renungkan selama ini. semakin kita baik terhadap orang, semakin baiklah orang2 di sekitar kita.saat kita memberi senyum, tidak ada yang di rugikan.. tapi senyum bisa membahagiakan kita dan membahagiakan orang di sekitar kita.saat kita memotivasi orang lain, kita mungkin kehilangan waktu, tapi mungkin dengan motivasi kita orang lain bisa mendapatkan semangat yang baru, hidup yang baru, penghasilan yang meningkat dan kesejahteraan yang meningkat pula.saat kita memuji orang lain, tak ada yang berkurang dari kita, tapi pujian itu membuat orang lain semakin menyadari dirinya berarti...Saya pernah memotivasi seseorang yang belum punya tujuan hidup. Saat saya memberi masukan ke dia, segala pola pikirnya berubah. dia jadi lebih bersemangat dan sekarang saya lihat dia lebih sejahtera.. saya yang melihatnya kemajuan dia, juga merasa ikut berbahagia...Saya merasa HIDUP SAYA bisa memberi Arti untuk Orang lain...Mari kita semakin hari, semakin menjadi TERANG dan GARAM Dunia...Jadikan Hidupmu berarti walau itu Hanya berupa Senyum yang Tulus...GBU

a Little Miracle in Project

Suatu ketika saya di minta untuk menjemput tamu kantor yang dari Jepang. Saya meminjam mobil soluna seorang teman. Penjemputan berlangsung sukses, sampai tamu kembali ke hotel.nah masalah baru terjadi saat saya balikin kunci mobil dan remote mobil soluna tersebut. tanpa saya sadari tutup remote dan baterenya terlepas dan hilang. saya dan teman udah panik bagaimana bisa menemukan dan membuka mobil tanpa remote. waktu itu hari minggu dan hari sudah mulai petang.kita berada di GRAND INDONESIA tetapi masih dalam keadaan proyek.bisa di bayangkan betapa berantakan dan luasnya tempat itu... saya sudah putus asa dan ga tau harus bagaimana. teman saya udah teriak-teriak, marah dan hampir menangis...saya pun ikutan bertambah panik, tapi saya masih bisa berdoa " TUHAN Tolong saya". sambil tetap berdoa saya berusaha menulusuri kembali jalan yang tadi saya lewati.. di antara tumpukan puing dan papan sisa proyek kutemukan tutup remote.. harapan muncul tapi mobil masih lom ke buka.. harus cari baterenya juga.. toko2 udah pada tutup dan baterenya adalah yang kecil bulat. tidak semua toko ada dan jual.saya kembali berdoa" TUHAN tolong Saya" dan ku motivasi diri "PASTI KETEMU". kembali kutelusuri jalan yang kulewati... akhirnya KUTEMUKAN JUGA BATEREnya di antara tumpukan puing2 itu.. O SUNGGUH AJAIB dan serasa Mukjizat TUHAN untukku.. di antara banyaknya barang dan luasnya tempat aku dengan pertolongan NYA dapat menemukan apa yang kucari...
THANKS LORD...

Pengalaman adalah guru yang terbaik

Pengalaman adalah Guru yang terbaik.Apakah Pengalaman adalah guru yang terbaik. bisa jadi Iya dan bisa jadi Ngga. Tergantung apakah kita bisa belajar dari pengalaman itu, kita mau duduk sebentar merenung atas apa yang terjadi, kita selalu waspada apa yang sedang terjadi, mengambil keputusan&langkah berdasarkan pengalaman yang udah-udah.Ada pepatah bilang KELEDAI Tak AKAN Jatuh di tempat yang sama DUA KALI. Bila kita mengalami dan gagal pada hal yang sama sampai dua kali, Kita lebih bodoh dari keledai?? Nah itu dia yang perlu dipertanyakan...Banyak Pengalaman kerja yang Kualami ini di antaranya :* Huruf dengan ukuran point yang sama misal : 200pt ternyata tidak mempunyai Tinggi yang sama. Untuk huruf 'S' 'G' 'C' 'U' 'O' 'Q' 'J' . Mereka ada perbedaan walo cuma dalam beberapa mili. Misal huruf pada ukuran 12cm, maka huruf di atas akan pada ukuran 12,3cm.Tapi u/ beberapa jenis Font yang khusus dia akan sama tingginya. "BANK GOTHIC" misalnya. Klo seperti Arial, Comic Sans dan lain2nya akan pasti berbeda. Ada klienku yang udah dikasi tau tetep ngotot minta tinggi huruf Helvetica Neue Bold, minta tinggi huruf logo kantornya SAMA SEMUA.. Padahal ini menyalahin Estetika "PERHURUFAN". Udah di usaha jelasin baik-baik minta ngotot tingginya harus sama.. Nah lu... Yang bener jadi SALAH, yang SALAH mau di BENERin ... gmana coba??PELAJARAN : ' GA SELALU SEMUA YANG BENAR BISA "BENAR" '**Kebiasaan Orang adalah Malas-malasan,suka Ngutang dan habisin banyak duit.(hedonisme). Belanja sana - belanja sini pakai Kartu Kredit.. Tagihan akhir Bulan yang bikin kepalDuia pusing.. Gali Lubang Tutup Lubang...Di Workshopku sistemnya adalah BORONGAN. Mandor-mandor mempunyai beberapa tukang yang mereka bayar Harian. Mereka mengarahin anak buahnya, beberapa ada yang ikut kerja, ada juga beberapa di antara mereka yang klo siang cuma duduk diam dan ngobrol2.Klo sabtu-Minggu pulang kampung, datang balik kerja hari RABU. Ouups NIKMAT Sekali...Masalah baru terjadi saat terjadi krisis seperti saat ini, Duit BORONGAN kerjaan udah di ambil habis. Kerjaan tak ada yang BARU lagi(ga bisa di ambil duitnya lagi- buat diHUTANG). Kerjaan yang lama belom selesai. Perusahaan juga lagi krisis, perputaran duit sulit, Anak Buah harus tetap di bayar, Perut harus tetap makan, anak -istri tetap MINTA DUIT.. yang ada pusing tujuh keliling..Pelajaran : " PINTAR-PINTAR Mengelola UANG" ~ NO HEDONISME..hehehe... IT's LIFE

kecerobohan

Kecerobohan... ya kata itu yang sering kita lakukan.. Ceroboh dalam mengambil suatu keputusan tanpa berpikir panjang..nah sering kali saya emang suka ceroboh.. bahkan teramat sangat... banyak pengalaman kecerobohan saya harus di bayar sangat mahal... dan kadang menyesal kenapa itu terjadi...10 tahun silam.. tangan saya pernah kena mesin serut kayu sehingga jari tengah dan jari manis tangan kanan saya harus berubah bentuk dikit. Sebenarnya itu karena saya terlalu capek, dan lupa menutup pengaman mesin.5 tahun silam, saya pernah kena paku tembak di kaki kanan. masalahnya karena paku tembak yang saya pakai pengamannya saya pencet terus, sehingga saat saya 'kesrimpet' selang angin, kaki saya kena paku sepanjang 5cm. paku bisa dicabut keluar, tapi masih ada kawat di kaki saya yang harus di operasi.4 tahun silam, saya pernah kehilangan dompet saat lari pagi di Lapangan Mugas Semarang. Masalah awalnya karena saya menaruh jaket sembarangan yang berisi Dompet tanpa titip ke seseorang.tahun kemarin, saya pernah menabrak bajaj dan motor gara-gara nagntuk. seringkali jalan dalam kondisi badan ngantuk karena harus lembur pulang pagi...banyak pengalaman lain yang emang di karenakan kecerobohan saya. ya klo kadang di renungkan.. niat hati si sebenernya ga seperti itu.. tapi karena yang terjadi seperti itu ya gmana lagi??.. yang bisa saya lakukan adalah mengurangi kecerobohan itu...Berhati-hati dalam setiap keputusan dan tindakan kita

we have choice what should we do

Dalam hidup sehari-hari, kita sering kali di hadapkan pada situasi di mana semuanya serba ruwet dan kacau.Sebagai contoh : beberapa waktu lalu, saya mengalamin kemacetan yang begitu parah. Semua Orang tak ada yang mau mengalah. Semua mau mencapai tujuan dengan lebih cepat tanpa mau memikirkan kepentingan orang lain. ya inilah realita hidup di Jakarta di mana semua mau serba cepat dan cepat. Nah tak terpungkirin diriku juga sering menjadi pelakunya. :-)jalanan yang cuma panjang 400 meter harus saya tempuh dalam waktu 1jam lebih. demikian konyolnya karena semua motor sudah melawan arah. di titik persimpangan semua terus merangsek maju. tanpa bisa ada yang tau gimana jalan keluarnya. Macet seperti benang ruwet. Apa yang bisa saya lakukan??Ya klo semua tak ada yang mau mengalah, Akhirnya saya bertindak mematikan MOTOR saya dan membiarkan orang di samping saya u/ maju. Akhirnya satu sisi bisa jalan. tapi ya itu karena mematikan motor, saya malah di omelin "teman-teman" yang sejurusan dengan saya (suatu resiko u/ berbuat baik kayaknya??).setelah beberapa saat saya akhirnya dapat kesempatan juga u/ jalan.. tapi setau saya rentetan mobil dan motor saya tetap saja tak bisa bergerak karena masing2 memikirkan dirinya sendiri...Ya itu suatu contoh kecil kejadian yang ku alami, Keruwetan dan kekacauan selalu terjadi. Masalah tak akan habis berhenti. tapi saya jadi sadar bahwa saya seharusnya tidak perlu mendahulukan kepentingan saya. saat saya mau "mengalah" / "melayani" orang lain, saya pasti juga akan mendapatkan balasannya.Melayani orang lain berarti harus mau "mengorbankan" kesenangan dan kebahagian kita. tak selalu kita bisa mendapatkan semua yang kita inginkan. Kadang bahkan apa yang kita korbankan cukup bahkan sangat berat..what's ever That is LIFE that we can CHOICE what should we do... We always have CHOICE

Selasa, 10 Februari 2009

Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan

Banyak kejadian dan pengalaman hidup yang telah kita alamin. Ada yang baik maupun buruk.Tak perlu kita menyesali atas apa yang telah terjadi. Yang lalu sudah tak akan bisa kita ubah lagi. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menata masa depan dan menentukan apa yang akan kita lakukan kemudian.
Menjadi tua itu adalah suatu kepastian dengan seiringnya bertambahnya waktu. Dari tahun ke tahun kita pasti akan bertambah Tua. Belum ada orang yang bisa menghentikan waktu atau punya mesin waktu seperti "Doraemon".
Sering kali orang hanya bisa berandai-andai: Dulu seandainya aku sekolah menjadi "dokter",dulu seandainya cewek itu menerima diriku, seandainya..... dan seandainya....
Waktu setahun berputar sebegitu cepatnya tanpa kita sadar, apakah kita telah berubah?lebih Tua PASTI, tapi dewasa dalam sikap? dalam pola pikir? dalam tindakan dan pengalaman? dalam pemilihan tutur kata?
Ya itu yang perlu kita pertimbangkan dari sekarang. Sering kali kita temui orang-orang di sekeliling kita masih seperti "anak kecil".
sebagai contoh :
Sewaktu kita masih kecil dulu, seringkali kita membandingkan apapun yang ada di sekeliling kita
Mainan siapa yang paling bagus, orang tua siapa yang paling hebat, rumah siapa yang paling mewah, sepeda siapa yang paling mahal, sepatu siapa yang paling keren. dan masih banyak hal yang lain.
Perbandingan-perbandingan tersebut tidak ada yang salah. Tapi bila kita mau merenungkannya sejenak, apa yang di bandingkan tersebut hanya apa yang tampak dari luar saja.
Mainan yang membeli adalah orang tuanya, Orang tua hebat juga hasil kerja keras orang tuanya,rumah juga bukan dia yang buat, dsb.
Nah saat kita tambah berumur, Perbandingan-perbandingan ini masih terbawa dan di " kondisikan" oleh lingkungan sekeliling kita.
Kapan kamu nikah, kan si Johan saja sekarang sudah punya anak 2??
Kapan kamu bisa ke Australia? si Ellen besok aja mau ke Australia?
Kapan aku bisa beli Blackberry canggih ya? Temenku ko yang baru masuk udah bisa beli membelinya?
Sekali lagi, semua itu tidak ada yang salah... Membandingkan itu baik bila proporsi dan pas pada tujuannya. Kita harus menjadi "Sadar" dulu, apakah yang kita bandingkan ini emang benar penting dan bermanfaat bagi kita. Apakah dengan perbandingan tersebut kita bisa semakin maju atau tidak? Pola PIKIR kita harus seimbang dulu. Kita sudah bisa menentukan bahwa SAAT INI SAYA SEDANG MEMBANDINGKAN suatu yang emang perlu saya bandingkan dan berguna untuk masa depan saya. Bila tidak, ya sudah lupakan saja.
Selalu tentukan KEMUNGKINAN lainnya dulu..,sadari aspek2 lain yang ada atas apa yang kita hadapin. Selalu ada Pilihan atas apa yang akan kita ingin lakukan. Bila sejenak kita mau berpikir, pasti ada pencerahan baru yang kita dapatkan.
Orang yang bisa di sebut DEWASA kalau dia sudah bisa BERPIKIR dengan akal sehatnya, menentukan mana yang baik dan buruk, Bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.
Ya ini renungan singkat yang bila kita mau kembangkan bisa menjadi Sebuah buku...
:-)